When My Mom Make a Wish…

Hari ini mama berulang tahun. Di usianya yang sudah menginjak 53 tahun, aku sangat bersyukur karena Tuhan masih memberikan kekuatan dan kesehatan bagi beliau. Bila mengingat kembali ke masa lalu, kesehatan mama sering sekali terganggu. Beberapa kali beliau harus dirawat di RS karena sakit yang berbeda. Secara fisik, mama memang tidak sekuat dua kakak perempuannya. Karena sebenarnya mama dilahirkan kembar tetapi beberapa tahun setelah kelahirannya, kembaran mama meninggal karena sakit.

mom-heart

Satu peristiwa yang selalu kuingat adalah ketika aku harus menjaga mama di RS. Waktu itu, kebetulan aku sudah libur sekolah. Jadi ketika yang menjaga mama semalaman harus beristirahat, akulah yang menggantikan tugasnya di pagi hari. Sebenarnya tidak begitu repot menjaga mama karena aku lebih sering tertidur, mendengarkan musik dan membaca buku ketika berada di kamar beliau dirawat. Menjelang siang, Bapak akan datang dengan membawa bekal untuk makan siangku. Sungguh mengasyikkan apalagi lingkungan RS itu sangat nyaman dan bersih. Serasa berada di hotel bintang 4, hanya saja tetap ada yang sama dengan RS lainnya yaitu bau obat-obatan (ciri khas RS) yang sangat tidak kusukai.

Baca lebih lanjut…

Akhirnya…

Akhirnya…

Aku kembali menulis setelah hampir sebulan tak mencoret dinding Sentuhan Hati ini dengan kata-kata…

Akibat diserang oleh virus facebook hingga membuat diriku merasa enggan untuk menulis. Virus yang hampir saja akan diharamkan di negeri ini tapi untunglah tak jadi.

Hampir setiap hari aku bermarkas di sana sampai ditegur oleh para pengejek di akhir zaman sepupuku, “Kau nih kerja atau main facebook?” Lalu kujawab, “Aku kerja sambil main facebook…” (mengutip peribahasa “sambil menyelam minum air, dua tiga pulau terlampaui, kagak nyambung sama sekali”) hahaha… *semoga ini tak dibaca oleh si bos*😀

Lewat facebook ini, aku bisa menemukan teman-teman di SD dulu yang selama ini kucari di situs pertemanan lainnya, tapi hasilnya selalu nihil.

Betapa senang hatiku ketika bisa melihat bagaimana wajah mereka sekarang-yang sebagian besar memang tak banyak berubah-kecuali ukuran badannya yang semakin melebar aja…😀

Terima kasih buat teman-teman yang masih setia berkunjung ke Sentuhan Hati dan meninggalkan jejaknya, meski sudah hampir sebulan tak di-update.

Friends

Aku masih bersemangat untuk menulis, itu karena kalian semua..

Makasih ya…😀

*gambar asli diambil dari koleksi foto di facebook

Badai pasti berlalu

Kemarin siang sekitar pukul 13.30 WIB, langit Kota Medan tiba-tiba berubah menjadi hitam kelam. Tak lama kemudian hujan deras mengguyur disertai angin kencang dan petir yang tiada henti. Mengerikan sekali. Meski hanya berlangsung sekitar satu jam tapi begitu hebat kerusakan yang dibuatnya…

Baca lebih lanjut…

SMS bulan madu

honeymoonAlkisah ada tiga orang bersaudara, Vira, Voni dan Veni yang dinikahkan secara massal oleh orangtuanya. Setelah itu mereka pergi berbulan madu pada waktu yang bersamaan. Vira pergi ke Pulau Batam, Voni pergi ke Kepulauan Seribu dan si bungsu, Veni pergi ke Bali.

Karena terlalu sayang dengan ketiga putrinya, kedua orangtua itu minta dikirimkan kabar tentang segala sesuatu yang terjadi selama mereka berbulan madu. Supaya berita yang dikirim singkat dan tidak terlalu vulgar, maka mereka menggunakan kode/sandi dari slogan-slogan iklan produk terkenal dan dikirim lewat SMS agar lebih praktis dan murah.

Tiga hari setelah kepergian ketiga putrinya untuk berbulan madu, diterimalah SMS dari Vira di Pulau Batam. Isi beritanya cukup sederhana, ‘STANDARD CHARTERED’. Setelah membaca berita tersebut, kedua orangtua itu mencari iklan STANDARD CHARTERED di koran dan terbacalah tulisan besar berbunyi, ‘BESAR, KUAT dan BERSAHABAT!’. Lalu tersenyumlah mereka…

Hari ke-4 datang SMS kedua yang berasal dari Voni di Kepulauan Seribu. Isi beritanya juga cukup singkat yaitu ‘NESCAFE’. Setelah membaca SMS tersebut, dengan tergesa-gesa kedua orangtua itu mencari koran dan membaca Iklan NESCAFE yang berbunyi, ‘NIKMATNYA SAMPAI TETES TERAKHIR’. Maka mereka pun tersenyum bahagia sambil sedikit ber-hahaha-hihihi…

Hari ke-5 kedua orangtua itu menunggu, tidak ada SMS yang datang. Hari ke-6 begitu pula tidak ada satu SMS pun. Hari ke-7 begitu pula tidak ada kabar dari anak bungsu mereka, Veni yang berbulan madu…

Memasuki hari ke-8…

Akhirnya kedua orangtua itu menerima SMS dari si bungsu, Veni yang sedang berbulan madu di Bali dan isi beritanya cukup singkat, ’CATHAY PASIFIC’. Segera kedua orangtua itu mencari iklan penerbangan CATHAY PASIFIC yang ada di koran dan ditemukanlah iklan penerbangan dengan tulisan besar berbunyi, ‘7 KALI SEMINGGU, 3 KALI SEHARI, 5 JAM NON-STOP’.

Ilustrasi gambar diambil dari sini

dudukBERSILA di Harian Global

“Aku ngga maulah kak, nanti narasumbernya cerewet kayak yang kemarin”

Itulah jawaban yang keluar dari mulut Ester, rekan kerja di kantor ketika aku menyampaikan tugas yang diberikan oleh atasannya. Memang ini penugasan yang mendadak karena baru diberikan pada siang hari, sedangkan acaranya pada malam hari. Tapi sebenarnya itu bukan masalah bagi Ester. Sebagai seorang wartawan, dia harus selalu siap kapan saja ketika ada liputan peristiwa ataupun wawancara dengan narasumber.

”Ngga cerewet kog dek, yang ini narasumbernya seorang dosen di fakultas psikologi salah satu universitas terkenal di Jakarta.”

”Oh dosen psikologi ya kak? Ok deh kalo gitu, jam berapa wawancaranya dan di mana?”

”Jam 9 malam dek, di Hotel Best Western.”

Cuaca sedang tidak bersahabat pada malam itu. Hujan lebat dan angin kencang mengguyur kota tempat tinggalku. Ada sedikit kekuatiran dalam diriku bagaimana bila nanti Ester berubah pikiran karena melihat medan yang cukup sulit ditempuhnya untuk menuju ke tempat pertemuan yang telah disepakati. Lagipula tadi aku sempat meminta tolong dia untuk mampir dulu ke toko kue karena ada sedikit oleh-oleh yang mau diberikan kepada si narasumber.

Jam di ponselku menunjukkan hampir pukul 9 malam dan masih agak deras hujan di luar sana.

”Dek, gimana? Apa sudah ketemu dengan mbak Agatha?”, kukirimkan sms ke ponselnya.

”Aku sudah di lobi hotel kak. Bentar lagi mbak itu turun.”, balasnya tak berapa lama.

”Syukurlah, kalo gitu kakak titip salam ya dek, makasih.”

Sayang sekali, malam itu aku tak bisa ikut menemani Ester karena mendadak ada acara yang lebih penting dan aku wajib menghadirinya.

Lebih disayangkan lagi, abangku itu pun tidak dapat bertemu dan mewawancarai si mbak dosen. Padahal sebelumnya dia sudah berjanji, tapi berhubung malam kemarin hanya tidur dengan durasi 2 jam mengakibatkan kondisi tubuhnya kurang sehat. Perusahaan tempatnya bekerja memang baru saja meluncurkan edisi perdana koran terbitan sore hari. Mungkin itu yang menyebabkan waktu tidurnya jadi berkurang.

Jadi dia pun hanya menitipkan salam saja kepada si mbak dosen dan sudah kusampaikan lewat sms. Sebagai gantinya, dia mengutus Nanda, seorang wartawan terbaik di tempatnya bekerja untuk mewawancarai si narasumber.

Tiba-tiba ponselku berbunyi, ada sms masuk dan jam sudah menunjukkan pukul 22.17 WIB.

“Aku udah selesai ngobrol sama teman-temanmu nih… Tengkyu banget ya… juga untuk bika ambonnya…”, begitu bunyi sms dari si mbak dosen.

Wow ternyata lama juga sesi wawancaranya. Hampir satu setengah jam. Kali ini Ester benar-benar betah dengan si narasumber. Lega banget hatiku, berarti besok tak akan kudengar omelannya di kantor😀

Buat Mbak Agatha, terima kasih banget sudah bersedia menjadi narasumber untuk Harian Global dan Medan Weekly serta membagi pengalaman dan pengetahuannya tentang dunia blog.

Penasaran dengan tulisan Ester tentang blognya mbak Agatha? Silakan klik situs Harian Global dan dudukBERSILA.

Headline Suratkabar

Bagi suatu suratkabar, untuk menentukan berita mana yang akan dijadikan headline esok hari merupakan proses yang cukup sulit. Tidak jarang terkadang terjadi perdebatan sengit di ruang redaksi menjelang naik cetak meskipun sudah dikejar deadline. Itu disebabkan headline hari ini sangat berkaitan dengan nilai jual suatu suratkabar di pasaran dan persaingan dengan suratkabar lokal lainnya.

Tidak mudah memang untuk menentukan headline suatu suratkabar yang punya nilai jual tapi “tidak murahan”.

Makanya aku cukup terkejut ketika mendapati di inbox ada kiriman email yang subjectnya: Headline Koran-cuma Indonesia yang bisa begini!!!!

Baca lebih lanjut…

Iklan kreatif caleg

Pemilu 2009 kali ini sangat luar biasa. Para caleg yang sedang berkampanye tahu benar gimana cara “menjual diri” mereka serta menarik simpati rakyat untuk memilih mereka hingga menang dari para rivalnya. Dengan sistem suara terbanyak saat ini dan bukan berdasarkan nomor urut lagi, maka para caleg ini berusaha se’kreatif’ mungkin menampilkan iklan diri sendiri. Berbagai pose dan pesan yang disampaikan jadinya terkesan sangat narsis dan norak…😀

Ayo tebak, mirip siapa nih?

Ayo tebak, mirip siapa nih?

Beckham pun dikontrak buat kampanye

Beckham pun dikontrak buat kampanye


Beckham berpindah ke lain hati

Beckham berpindah ke lain hati


Metal abiiiissss...

Metal abiiiissss...


Baca dengan teliti pesan iklan caleg ini

Baca dengan teliti pesan iklan caleg ini


Nama asli dengan nick name kagak nyambung...

Nama asli dengan nick name kagak nyambung...


Perhatikan nama caleg ini...

Perhatikan nama caleg ini...

Tertawalah sebelum tertawa itu dilarang…😀

PS: bagi para caleg yang tampangnya muncul di sini, jangan marah ya… anggaplah ini sebagai salah satu bentuk kampanye gratis buat Anda dari saya hehehe…