Di seberang kantorku sekarang sudah berdiri satu gedung megah yang cukup tinggi. Setelah sekian lama dibangun, akhirnya selesai juga. Kata orang-orang di sana, gedung megah akan dijadikan pusat showroom barang elektronik. Dengan warna yang cukup nyentrik, gedung megah pasti akan menjadi pusat perhatian setiap orang yang melewatinya.

Tapi bukan soal gedung megah yang mau kubagikan di sini, melainkan warung kecil yang ada persis di depan gedung megah itu.

Sebelum gedung megah berdiri, warung kecil sudah lebih dahulu ada di sana menjajakan makanan ringan seperti kerupuk, permen, kopi sachet, dan yang lainnya. Aku suka sekali dengan kerupuk yang dijual di warung kecil.

Setelah gedung megah jadi, aku sempat bertanya bagaimana nasib warung kecil yang ada di seberang kantorku itu. Apakah ia dapat bertahan atau malah bernasib sama dengan pohon-pohon tinggi yang ditebang oleh pemilik gedung megah, agar tidak menghalangi “kemegahannya”.

Pertanyaanku itu akhirnya terjawab sudah. Setelah pohon-pohon tinggi itu ditebang, ternyata warung kecil tetap dapat bertahan. Bukan hanya itu, malah bertambah “manis” dengan tambahan tenda biru yang menaunginya dari panas terik matahari.

Wah… leganya hatiku. Aku ingin sekali berterima kasih dengan pemilik gedung megah itu, meskipun bukan aku si pemilik warung kecil. Ternyata tidak selalu yang “megah dan besar” menindas yang “kecil”. Malah dia dapat merangkul yang kecil dan mendandaninya menjadi lebih cantik hingga tetap dapat layak berdampingan dengan gedung megah tersebut.