Kemarin adekku, Tina ultah yang ke-16. Tina emang bukan adek kandungku, tapi dia sudah kuanggap seperti adekku yang ke-3 setelah kedua adek kandungku, Ivon dan Erin. Kakak Tina, Devi adalah teman terbaikku, meski kami baru aja kenal awal tahun 2006 lalu ketika aku pindah ke kota ini.

Awalnya aku ngga begitu dekat dengan Tina karena orangnya sangat pemalu. Tapi dia selalu menarik perhatianku. Meski masih sangat muda, Tina adalah seorang gadis yang punya banyak potensi. Begitulah aku menilai dirinya. Dia kelihatan lebih dewasa dibandingkan dengan usianya saat ini. Padahal dia anak perempuan paling kecil di dalam keluarga.

Ada sebuah kegiatan yang membuat kami berdua menjadi lebih dekat. Di komunitas dalam kegiatan tersebut, aku adalah kakak pembina bagi Tina. Memang begitu tahu terpilih menjadi salah satu pembina, aku langsung meminta Tina menjadi anggotaku. Ternyata dia juga meresponinya dengan sangat baik alias menerima permintaanku tadi.

Kegiatan yang berlangsung selama 3 bulan itu benar-benar membuat kami sangat dekat. Aku tahu segala aktivitasnya sehari-hari bahkan rahasia pribadinya. Setiap hari kami selalu mengirimkan kabar lewat SMS atau terkadang bertemu di suatu tempat dan makan bersama.

Hingga suatu hari, aku mendengar dari kakaknya bahwa Tina akan melanjutkan sekolah ke luar kota pertengahan tahun ini. Hatiku sangat sedih sewaktu mendengar berita itu karena berarti aku akan segera berpisah dengannya.

Akhirnya, Tina sendiri yang menyampaikan kabar itu kepadaku di suatu sore, saat kami berdua sedang makan di warung bakso.

“Kak, aku akan melanjutkan SMA di Tanjungpura, sekolah abang dulu”, demikian katanya di awal pembicaraan kami.

“Iya, kakak sudah tahu dari Kak Devi”, sahutku

“Kenapa tidak lanjutkan sekolah di sini aja?”, tanyaku padanya.

“Ngga mungkin kak, karena adek juga mau melanjutkan SMP di sini”, jawabnya.

“Kog ngga mungkin dek? Sama saja kan sekolah di Tanjungpura dengan di sini?”, tanyaku lagi

“Di sini biaya sekolah mahal kak, apalagi SMK, ngga mungkin Bapak biayain kami berdua. Jadi aku harus mengalah demi adek”, jawabnya.

Oh aku tahu sekarang berarti inti masalahnya adalah biaya sekolah yang memang sangat tinggi saat ini.

“Ok kalo gitu, kakak akan usahakan cari solusi gimana supaya kamu tetap bisa lanjutkan sekolah di sini.”

“Kamu doakan ya supaya kakak cepat dapat solusinya”, kataku mengakhiri pembicaraan.

Jujur saja saat itu sebenarnya aku pun tak tahu harus melakukan apa. Tetapi yang terlintas di benakku adalah bagaimana caranya bisa memperoleh beasiswa atau orangtua asuh untuk Tina.

Prestasi Tina di sekolah sangat baik. Itu akan lebih memudahkan dia untuk mendapatkan beasiswa. Tetapi yang menjadi persoalan adalah di mana aku bisa mendapatkan beasiswa untuk adekku itu. Karena aku pun harus berlomba dengan waktu mengingat semakin dekatnya pembukaan pendaftaran siswa baru di salah satu SMK terbaik di kota ini, yang telah kusurvei dulu sebelumnya.

Lalu aku menanyakan ke beberapa teman kantorku yang kebetulan mempunyai hubungan baik dengan tokoh-tokoh pendidikan maupun pemilik sekolah kejuruan di kota ini. Tetapi sampai menjelang akhir bulan Juni lalu, aku belum mendapatkan hasilnya. Aku hampir berputus asa saat itu. Tapi aku tetap yakin Tuhan pasti akan menjawab doa dan niat baik kami ini.

Tiba-tiba aku teringat kepada putri pemilik perusahaan di tempat aku bekerja sekarang. Beliau mempunyai sebuah yayasan sekolah internasional yang cukup terkenal di kota ini. Yayasan itu menyediakan beasiswa bagi anak-anak yang kurang mampu tetapi memiliki prestasi bagus di sekolah. Sebenarnya aku sangat segan kalo harus meminta tolong soal ini kepada beliau. Tetapi akhirnya ku beranikan diri juga untuk menanyakan tentang beasiswa itu dan menceritakan masalah Tina meskipun hanya lewat email.

Syukur kepada Tuhan, beliau sangat meresponi dengan baik email yang kukirimkan tersebut. Segera beliau menyuruh stafnya untuk mensurvei tempat kost Tina dan mewawancarainya.

“Itu hanya prosedur yang harus kita lakukan”, demikian kata beliau kepadaku.

“Pada dasarnya, adek kamu itu layak mendapatkan beasiswa karena prestasi akademiknya sangat bagus di sekolah. Bahkan kalo nanti dia mau melanjutkan ke tingkat perguruan tinggi, kita tetap bisa memberikan beasiswa, tetapi dengan sistem yang agak berbeda dari beasiswa kali ini”, lanjut beliau.

Wow…aku sungguh tak menyangka sangat luar biasa jawaban doa yang Tuhan berikan kepada kami. Tuhan itu memang sangat baik.

Sekarang Tina sudah bersekolah di SMK pilihannya dan belajar di jurusan Tata Busana. Ia bercita-cita ingin menjadi seorang penata busana terbaik di kota bahkan negeri ini. Kiranya Tuhan mendengar doamu dek…