Bulan Agustus lalu, aku membaca sebuah buku renungan harian yang biasanya setiap pagi selalu menjadi santapanku sebelum berangkat ke kantor. Pada edisi Agustus tersebut sebagian besar isi buku renungan itu mengambil tema tentang batu nisan, khususnya bacaan di minggu pertamanya. Terus terang, aku agak merinding saat membacanya. Apalagi mengingat di salah satu tanggal pada minggu pertama bulan itu merupakan hari ulang tahunku.

Aku sempat bertanya dalam hati, “Mengapa buku renungan tersebut harus membahas topik tentang kematian justru di bulan yang merupakan hari kelahiranku?” Tetapi setelah beberapa saat aku merenungkannya, pertanyaan itu tidak lagi mengusik pikiranku. Aku mencoba untuk berpikir positif bahwa setiap manusia yang hidup di dunia, suatu saat nanti pasti akan mengalami yang namanya kematian, hanya tinggal menunggu gilirannya saja.

Akhirnya, setelah selesai membaca seluruh isi buku tersebut, ada suatu hikmat yang dapat kuambil, bahwa yang terpenting pada saat kematian itu tiba adalah kenangan apa yang ingin kita tinggalkan kepada orang-orang terdekat kita yang masih hidup. Karena kenangan itulah yang akan tercatat di batu nisan kita kelak bahkan yang lebih abadi lagi, kenangan itu akan selalu tersimpan di dalam hati orang-orang terdekat kita dan muncul setiap kali mereka mengingat diri kita.

Tulisan di batu nisan memang tidak lazim dibuat oleh masyarakat di negara ini. Kebanyakan mereka hanya menuliskan nama, tanggal lahir dan meninggalnya saja . Tidak ada tulisan yang lain. Tetapi di negara lain, khususnya di negara barat sana, tulisan di batu nisan adalah sesuatu yang biasa diukirkan di tempat peristirahatan terakhir seseorang untuk menjelaskan kepada yang melihatnya, bagaimana orang tersebut ketika masih hidup.

Setiap kita pasti ingin meninggalkan kenangan yang indah serta mengukir kata-kata yang baik di batu nisan kita kelak. Tetapi untuk dapat mewujudkan hal itu diperlukan suatu usaha yang keras dan kemauan yang sungguh dalam diri kita masing-masing. Agar selama hidup di dunia, perkataan dan perbuatan kita selalu mencerminkan hal yang positif. Mari kita juga belajar untuk hidup tidak hanya mementingkan diri sendiri saja tetapi peduli kepada sesama yang ada di sekitar kita. Karena merekalah yang akan mengukir kenangan yang indah dan kata-kata yang baik itu di batu nisan kita kelak.

Iklan