Terima kasih kepada ToekangTua yang telah mengirimkan komentar ini. Dulu dia dan aku bekerja di perusahaan yang sama. Tapi akhir tahun 2007 lalu, dia memutuskan untuk keluar dan mencoba berwiraswasta dengan berjualan mie pangsit hehehe… ToekangTua seorang teknisi IT yang handal, jadi info yang dia berikan ini dapat dipercaya 🙂

Informasinya kurang akurat. Mudah-mudahan ini bisa mengklarifikasi, mencegah kepanikan dan mengedukasi setiap orang agar tidak asal memforward e-mail yang tidak jelas dan tidak benar.

1) Alat tersebut bukan namanya “Black Device” tapi yang benar adalah Hardware Keylogger. Warnanya bisa saja violet, tapi biasanya gelap supaya tersembunyi keberadaannya.
2) Alat tersebut tidak bisa membuka rekening bank/situs dan mengetikkan password sendiri. Tugasnya hanya merekam setiap ketikkan keyboard. Yah setiap ketikan, termasuk backspace, f1..f12 dst.
3) Alat tersebut hanya dipasang oleh *oknum tertentu* di tempat publik. Bandara tidak akan memasangnya, pameran juga. Bila alat tersebut dipasang di tempat publik di Indonesia, percayalah orang akan mencabutnya dari keyboard, mengantonginya dan dibawa pulang. Habislah modal $60-$79 )

Hardware keylogger masih kalah berbahaya dibandingkan dengan software keylogger. Software keylogger tidak berwujud fisik, orang awam tidak akan mengetahui keberadaannya. Bahkan ada yang berkemampuan sembunyi yang sangat baik dan bisa mengirimkan file hasil ketikan ke situs tertentu dan si badung yang memasang akan “memanennya” dari situ. Tidak perlu datang secara fisik.

Ada cara “katro”, tanpa alat, tanpa bayar tapi efektif untuk menanggulangi hardware keylogger. Nanti akan saya tulis di blog dan saya trackback ke sini.